Rabu, 02 Januari 2013

KAJIAN KEBUDAYAAN MANUSIA ABAD PERTENGAHAN


NAMA   : TEHRIZKA TAMBIHAN
NPM      : 37412336
KELAS   : 1ID01



Setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi, muncul berbagai negara dan bangsa baru di Eropa. Kehidupan mereka diatur oleh Gereja dan sistem social yang ketat, yang kemudian disebut feodalisme.
Antara Eropa dan Timur Jauh terdapat satu kawasan besar yang dihuni berbagai bangsa besar pemeluk agama yang sama, Islam. Lebih ke utara, negara-negara Slavia seperti Rusia dan Bulgaria juga terbentuk.
Dalam bidang budaya dan ilmu pengetahuan, Cina masih lebih maju dibandingkan bagian dunia lainnya. Pengaruh Cina menyebar ke seluruh Asia, termasuk ke Jepang, di mana kesenian berkembang dengan pesat.
Di Amerika Utara, kota-kota pertama sedang dibangun, dan peradaban Toltek berkembang di Meksiko. Di Amerika Latin, terbentuk berbagai kerajaan besar, seperti Kerajaan Huari.
Kontak di antara peradaban dunia sengat terbatas. Hanya beberapa negara saling berdagang. Islam perlahan meluas ke seluruh Afrika bagian utara melalui kegiatan perdagangan dan penaklukkan militer.

Asia
Di India, Kerajaan Gupta runtuh pada tahun 535 dan negeri ini pun terpecah. Pengaruh Hindu dan Buddha menyebar ke Asia bagian tenggara. Sekitar tahun 775, Kerajaan Sriwijaya di Sumatera menaklukkan Semenanjung Malaya. Sementara di Kamboja, dinasti Khmer mendirikan Kerajaan Angkor pada tahun 802. Di Cina, salah satu dinasti terbesarnya, Tang, yang berdiri selama 300 tahun, menghasilkan beberapa karya seni terbaik dalam sejarah Cina. Sejak tahun 960, Tang digantikan oleh Dinasti Song yang berdiri selama 300 tahun. Di tempat lain, sebuah kerajaan Tibet yang kuat berdiri dan runtuh, sementara berbagai negara kaya muncul di Thailand, Vietnam, Jepang, dan Indonesia. Di Asia Tengah, kekuatan para pengembara Turkik dan Mongol berkembang semakin besar.

Eropa

Eropa sibuk mencari kemapanan selama periode yang dikenal sebagai zaman kegelapan. Kekaisaran Byzantium bertindak sebagai pusat yang stabil bagi dunia Kristen, kendati kerap mengalami pasang-surut. Pada abad ke-8, kaum Muslim menyerbu Spanyol dan membangun sebuah kebudayaan maju yang berlangsung selama 700 tahun. Pada saat yang sama, lebih ke utara, Dinasti Caroling membentuk kekaisaran Eropa pertama, tetapi mengalami keruntuhan pada abad ke-9 setelah kematian Charlemagne. Di bagian Eropa lainnya, berbagai bangsa perlahan mulai terbentuk di bawah pengawasan Gereja Katolik di Roma. Proses ini dipercepat oleh ancaman dari orang Magyar, Viking, dan kaum Muslim yang berada di Spanyol dan Turki. Pada tahun 1100, beberapa bangsa Eropa menjadi semakin kuat, lebih stabil, dan makmur. Berbagai perguruan tinggi didirikan, pembangunan gereja berkembang pesat, sementara kota-kota bertumbuh besar dan menjadi semakin penting. Para pemimpin abad pertengahan memulai petualangan dan penaklukkan militer di luar negeri, seperti Perang Salib untuk menguasai Yerusalem.

Australia
Orang Polinesia menduduki pulau-pulau baru di Pasifik, lalu pindah ke Selandia Baru sekitar tahun 900. Di Australia, orang Aborigin tidak disentuh pengaruh luar.
Timur Tengah
Kerajaan Sasanid Persia mencapai puncak kejayaan selama tahun 579. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632, kerajaan Islam mulai meluas. Pada tahun 634, orang Arab menaklukkan Persia dan menyingkirkan Kerajaan Sasanid. Namun pada tahun 756, kerajaan Islam itu mulai terpecah. Di akhir abad ke-11, Yerusalem direbut oleh pasukan Perang Salib.

Afrika
Pada tahun 700, seluruh Afrika utara menjadi bagian dari kerajaan Islam. Di Afrika barat, Ghana yang kaya emas menjadi semakin kuat. Berbagai kerajaan dagang lainnya seperti Mali dan Kanem-Bornu mulai berkembang di tanah subur di ujung selatan Gurun Sahara.

Amerika Utara
Sekitar tahun 700, dua kebudayaan kota yang terpisah mulai berkembang di Amerika Utara. Salah satunya adalah kebudayaan Gundukan Kuil di sekitar wilayah Mississippi, yaitu kebudayaan yang memperdagangkan tembaga dan berbagai barang ke seantero benua. Peradaban lainnya adalah kebudayaan pueblo (desa) Anasazi di barat-daya, di mana penduduknya hidup di berbagai pueblo batu yang dihubungkan dengan jalan. Anasazi memiliki agama yang sudah maju. Di tempat lain, banyak suku pribumi Amerika berkembang semakin besar dan kuat, sekalipun mereka masih hidup dari pertanian dan berburu serta tinggal di desa permanen atau masih mengembara. Lebih ke timur-laut, di Newfoundland, orang kulit putih pertama tiba. Orang Viking menetap di sana selama beberapa waktu sekitar tahun 1000.

Amerika Tengah dan Selatan
Sekitar tahun 600-700, kota besar Meksiko, Teotihuacan, mencapai kejayaannya. Teotihuacan dan bangsa Maya yang hidup lebih ke selatan mengalami kemunduran sekitar tahun 750. Namun, kekaisaran negara-kota Maya tetap hidup sepanjang periode ini. Pada 900-1100, orang Toltek yang senang berperang menguasai Meksiko. Lebih ke selatan, di Peru, negara-kota Tiahuanaco di Pegunungan Andes serta Huari di kawasan pantai berkembang dan semakin maju. Tiahuanaco merupakan pendahulu Kerajaan Inca. Pada tahun 1000, Kerajaan Huari digantikan oleh Kerajaan Chimu yang berkembang di sekitar Chan Chan, di Peru utara.

Kesusastraan pada Zaman Pertengahan, pada dasarnya umat Kristen tak memiliki pertautan apa pun dengan karya-karya klasik Yunani dan Romawi yang politieistik dan mengandung gambaran yang tak senonoh tentang kehidupan para dewa.  St. Augustinus mengkhawatirkan kemungkinan timbulnya pengaruh buruk dari karya-karya para penulis kafir itu. Kekhawatiran ini juga di rasakan oleh umat Kristen pada umumnya. Umat Kristen barangkali boleh menolak sastra kafir. Namun hal itu tak mungkin  mereka lakukan tanpa juga menolak retorika, filsafat dan ilmu pengetahuan yang pernah dihasilkan bahasa Yunani dan Romawi. Para pemimpin gereja akhirnya  juga mengambil alih retorika lama, dan pengetahuan klasik menjadi bagian penting dari fondasi peradaban Zaman Pertengahan.

                 
 Zaman Kegelapan  kata lain untuk menyebut Zaman Pertengahan. Ini periode zaman para santo, dengan segala kepercayaan naïf tentang keajaiban mereka. Bentuk khas kesusasteraan yang lazim pada periode ini adalah hagiograf , atau kisah-kisah para santo. Banyak dari kisah-kisah semacam ini sebagian baik sebagian fiksi belaka, sebagian panjang sebagian pendek yang telah disusun menjadi semcam antologi yang dikenal sebagai Acta Sanctorum, atau Kisah Para Santo.
                 
 Gregorius Agung, Paus dari 590 hingga 604, adalah pemimpin gereja yang paling bersemangat mendorong penulisan tentang kehidupan apra santo. Karyanya sendiri yang berjudul Dialogoues, yang ditulis untuk menyenangkan umat Kristen, penuh dengan berbagai ceritaq keajaiban untuk membenarkan ajaran Kristen. Gregorius memang seorang pengkhotbah dan sekaligus penulis besar. Empat puluh dari kumpulan khotbah-khobahnyaq, yakni Homillies, masih bertahan. Karya lain Gregorius, yakni Magna Moralia, merupakan komentar atau catatan terhadap Kitab Job. Karya ini menjadi fondasi teologi selama Zaman Pertengahan.
                  
Tokoh  Zaman Pertengahan yang lain yang tidak boleh diabaikan adalah Boethius.  Ia lahir di Roma, dan berasal dari golongan aristocrat. Ia hidup di bawah Raja Theodorik(†526), yang mendirikan kerajaan Ostrogoth di Italia. Boethius menaruh minat besar terhadap pengetahuan klasik, baik Yunani maupun Romawi. Meskipun Boethius banyak menulis nbuku-buku tentang aritmatika dan music, ia sebenarnya lebih berminat pada karya-karya Plato dan Aristoteles, yang kemudian banyak ia terjemahkan. Terjemahannya atas karya-karya Aristoteles seperti Categories dan De Interpretations berperan penting dalam pengembangan kehidupan intelektual di Barat.
                  
Selain Boethius, tokoh lainnya lagi yang perlu diperhatikan adalah Cassiodorus (†583). Ia asli orang Italia selatan. Seperti Boethius, ia sangat berpengaruh dalam penyelenggaraan pendidikan pada zaman pertengahan. Ia mencoba mendirikan sebuah sekolah teologi di Roma. Namun gagasan ini praktis sulit direalisasikan karena peperangan yang destruktif dan berkepanjangan antara Justinianus dan orang-orang Ostrogoth. Hal ini mendorongnya untuk untuk meninggalkan tanah leluhurnya, dan kemudian mendirikan biara di Vivarium. Motivasi utamanya adalah agar para biarawan benar-benar menjadi ahli kitab yang mampu menjelaskan teks-teks suci dalam Injil.
                  

                 
 Ilmu Pengetahuan, selama Zaman kegelapan pengetahuan ilmiah relative tidak mendapat tempat. Hal ini merupakan  konsekuensi logis dari merosotnya penyelidikan ilmiah Yunani dan pupusnya institusi-institusi ilmiah Romawi. Orang tak lagi berminat melakukan observasi secara ilmiah saeperti yang dilaukan Aristoteles.
                    
Ilmu Kedokteran, karena tidak tumbuhnya sikap kritis, ilmu kedokteran pada Zaman kegelapan praktis tidak mengalami kemajuan. Ketika Kekaisaran Romawi mengalami disintegrasi, pengetahuan kedokteran yang telah dikembangkan Hippocrates dan Galen terabaikan. Hanya kadang-kadang saja cara yang lebih masuk akal digunakan. Di Barat, pengetahuan kedokteran sangat tak berarti jika dibandingkan dengan pengetahuan orang-orang Persia dan Yahudi pada masa kekhalifahan Ummayah dan Abbasiyah, yang mengembangkan pengetahuan mereka langsung dari karya-karya Galen. Sampai dengan abad XII, Eropa Kristen tak menjamah harta pengetahuan klasik ini. Jelas kebudayaan Eroba barat pada periode ini teramat kecil dibandingkan dengan kebudayaan Byzantium dan khususnya dunia Arab.


Selasa, 01 Januari 2013

KAJIAN KEBUDAYAAN MANUSIA ZAMAN MODERN


NAMA             : TEHRIZKA TAMBIHAN
NPM               : 37412336
KELAS           : 1ID01

Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan umat manusia pun mengalami perubahan. Menurut para pemikir post modernis dekonstruksi, dunia tak lagi berada dalam dunia kognisi, atau dunia tidak lagi mempunyai apa yang dinamakan pusat kebudayaan sebagai tonggak pencapaian kesempurnaan tata nilai kehidupan. Hal ini berarti semua kebudayaan duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, dan yang ada hanyalah pusat-pusat kebudayaan tanpa periferi. Sebuah kebudayaan yang sebelumnya dianggap pinggiran akan bisa sama kuat pengaruhnya terhadap kebudayaan yang sebelumnya dianggap pusat dalam kehidupan manusia modern.
Wajah kebudayaan yang sebelumnya dipahami sebagai proses linier yang selalu bergerak ke depan dengan berbagai penyempurnaannya juga mengalami perubahan. Kebudayaan tersebut tak lagi sekadar bergerak maju tetapi juga ke samping kiri, dan kanan memadukan diri dengan kebudayaan lain, bahkan kembali ke masa lampau kebudayaan itu sendiri.
Lokalitas kebudayaan karenanya menjadi tidak relevan lagi dan eklektisme menjadi norma kebudayaan baru. Manusia cenderung mengadaptasi berbagai kebudayaan, mengambil sedikit dari berbagai keragaman budaya yang ada, yang dirasa cocok buat dirinya, tanpa harus mengalami kesulitan untuk bertahan dalam kehidupan.
Perubahan tersebut dikenal sebagai perubahan sosial atau social change. Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya, namun perubahannya hanya mencakup kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, kecuali organisasi sosial masyarakatnya. Perubahan sosial tersebut bardampak pada munculnya semangat-semangat untuk menciptakan produk baru yang bermutu tinggi dan hal inilah yang menjadi dasar terjadinya revolusi industri, serta kemunculan semangat asketisme intelektual. Menurut Prof Sartono, asketisme dan expertise ini merupakan kunci kebudayaan akademis untuk menuju budaya yang bermutu.
Sebagai homo faber, manusia mencipta dan bekerja, untuk memperoleh kepuasan atau self fulfillment. Dalam kaca mata agama dan unsur untuk beribadah, suatu orientasi kepada kepuasan batin dan menuju ke arah sesuatu yang transendental. Di sinilah yang disebut etos bangsa itu muncul.
Sebenarnya etos bangsa kita juga sudah banyak disinggung oleh para pujangga seperti dalam “Serat Wedatama” karya Mangkunegoro IV yang disebutnya sebagai etos “mesu budi”. Etos ini merupakan suatu ajakan untuk mementingkan penampilan yang bermutu baik lahir, maupun batin, atau kalau dalam bahasa modern disebut juga etos intelektual.
Kemudian, etos intelektual inilah yang mendorong masyarakat untuk terus berkarya dan terus menciptakan hal-hal baru guna meningkatkan kemakmuran hidupnya, sehingga masyarakat tersebut menjadi masyarakat yang modern. Sedangkan proses menjadi masyarakat yang modern disebut dengan istilah Modernisasi. Jadi dengan kata lain, modernisasi ialah suatu proses transformasi total, suatu perubahan masyarakat dalam segala aspeknya.
Faktor-faktor yang Mendorong Perubahan Masyarakat Menjadi Masyarakat yang Modern
  1. perkembangan ilmu
  2. perkembangan teknologi
  3. perkembangan industri
  4. perkembangan ekonomi
Gejala-gejala Modernisasi
1. Bidang IPTEK
Gejala Modernisasi di bidang IPTEK ditandai dengan adanya penemuan dan pembaharuan unsur teknologi baru yang dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat.
2. Bidang Ekonomi
Gejala Modernisasi di bidang Ekonomi ialah meningkatnya produktivitas ekonomi dan efisiensi sumber daya yang tersedia, serta pemeanfaatan SDA yang memperhatikan kelestarian alam sekitar.
3. Bidang Politik dan Idiologi
Pada bidang ini, gejala modern ditandai dengan adanya system pemerintahan perwakilan yang demokratis, pemerintah yang diawasi dan dibatasi kekuasaanya, dihormati hak-hak asasinya serta dijaminnya hak-hak sosial.
4. Bidang Agama dan Kepercayaan
Gejala Modernisasi di bidang Agama dan Kepercayaan ditandai dengan adanya pengembangan nalar (rasio) dan kebahagiaan kebendaan (materi), yang pada akhirnya akan menimbulkan paham sekularisasi dan sekularisme.
Pengertian Masyarakat Modern
Masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban masa kini. Pada umumnya masyarakat modern tinggal di daerah perkotaan, sehingga disebut masyarakat kota. Namun tidak semua masyarakat kota tidak dapat disebut masyarakat modern,sebab orang kota tidak memiliki orientasi ke masa kini, misalnya gelandangan.
Ciri-ciri Masyarakat Modern
1. Hubungan antar manusia terutama didasarkan atas kepentingan-kepentingan pribadi.
2. Hubungan dengan masyarakat lain dilakukan secara terbuka dengan suasana yang saling memepengaruhi
3. Keprcayaan yang kuat akan Ilmu Pengetahuan Teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
4. Masyarakatnya tergolong ke dalam macam-macam profesiyang dapat dipelajari dan ditingkatkan dalam lembaga pendidikan, keterampilan dan kejuruan
5. Tingkat pendidikan formal pada umumnya tinggi dan merata.
6. Hukum yang berlaku adalah hukum tertulis yang sangat kompleks
7. Ekonomi hamper seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang didasarkanatas penggunaan uangdan alat-alat pembayaran lain.

Masyarakat Modern dilihat dari berbagai Aspek
Aspek Mental Manusia :
1. Cenderung didasarkan pada pola pikirserta pola perilaku rasionalatau logis, dengan cirri-cirimenghargai karya orang lain, menghargai waktu, menghargai mutu, berpikir kreatif, efisien, produktif percaya pada diri sendiri, disiplin, dan bertanggung jawab.
2. Memiliki sifat keterbukaan, yaitu dapat menerima pandangan dan gagasan orang lain.
Aspek Teknologi :
1. Teknologi merupakan factor utama untuk menunjang kehidupan kearah kemajuan atau modernisasi.
2. Sebagai hasil ilmu pengetahuan dengan kemampuan produksi dan efisiensi yang tinggi.
Aspek Pranata Sosial :
I. Pranata Agama :
Relatif kurang terasa dan tampak dalam kehidupan sehari-hari, diaibatkan karena sekularisme
II. Pranata Ekonomi :
1. Bertumpu pada sektor Indusri Pembagian kerja yang lebih tegas dan memiliki batas-batas yang nyata.
2. Pembagian kerja berdasarkan usia dan jenis kelamin kurang terlihat.
3. Kesamaan kesempatan kerja antar priadan wanita sangat tinggi.
4. Kurang mengenal gotong-royong.
5. Diobedakan menjadi tiga fungsi, yaitu: produksi distribusi, dan konsumsi.
6. Hampir semua kebutuhan hidupmasyarakat diperoleh melalui pasar dengan menggunakan uang sebagai alat tukar yang sah.
III. Pranata Keluarga :
1. Ikatan kekeluargaan sudah mulai lemahdan longgar, karena cara hidup yang cenderung inidividualis.
2. Rasa solidaritas berdasarkan kekerabatan umumnya sudah mulai menipis.
IV. Pranata Pendidikan :
Tersedianya fasilitas pendidikan formal mulai dari tingkat rendah hingga tinggi, disamping pendidikan keterampilan khusus lainnya.
V. Pranata Politik :
Adanya pertumbuhan dan berkembangnya kesadaran berpolitik sebagai wujud demokratisasi masyarakat.
Gambaran Umum Kehidupan Masyarakat Modern
Pada kehidupan masyarakat modern, kerja merupakan bentuk eksploitasi kepada diri, sehingga mempengaruhi pola ibadah, makan, dan pola hubungan pribadi dengan keluarga.
Sehingga dalam kebudayaan industri dan birokrasi modern pada umumnya, dipersonalisasi menjadi pemandangan sehari-hari. Masyarakat modern mudah stres dan muncul penyakit-penyakit baru yang berkaitan dengan perubahan pola makanan dan pola kerja.
Yang terjadi kemudian adalah dehumanisasi dan alienasi atau keterasingan, karena dipacu oleh semangat kerja yang tinggi untuk menumpuk modal. Berger menyebutnya sebagai “lonely crowd” karena pribadi menemukan dirinya amat kuat dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kebudayaan industrialisasi, terus terjadi krisis. Pertama, kosmos yang nyaman berubah makna karena otonomisasi dan sekularisasi sehingga rasa aman lenyap. Kedua masyarakat yang nyaman dirobek-robek karena individu mendesakkan diri kepada pusat semesta, ketiga nilai kebersamaan goyah, keempat birokrasi dan waktu menggantikan tokoh mistis dan waktu mitologi.
Para penganut paham pascamodern seperti Lyotard pernah mengemukakan perlunya suatu jaminan meta-sosial, yang dengannya hidup kita dijamin lebih merdeka, bahagia, dan sebagainya. Khotbah agung-nya (metanarasi) ini mengutamakan perlunya new sensibility bagi masyarakat yang terjebak dalam gejala dehumanisasi budaya modern.
Kebiasaan dari masyarakat modern adalah mencari hal-hal mudah, sehingga penggabungan nilai-nilai lama dengan kebudayaan birokrasi modern diarahkan untuk kenikmatan pribadi. Sehingga, munculah praktek-peraktek kotor seperti nepotisme, korupsi, yang menyebabkan penampilan mutu yang amat rendah.

Minggu, 02 Desember 2012

Nama : Tehrizka Tambihan
NPM :37412336
Kelas : IID01

 Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi dimana manusia mulai hidup. Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut.


Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir sekitar tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga pada saat itu, bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah. Zaman prasejarah di Indonesia diperkirakan berakhir pada masa berdirinya Kerajaan Kutai, sekitar abad ke-5; dibuktikan dengan adanya prasasti yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur baru memasuki era sejarah. Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah, keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti paleontologi, astronomi, biologi, geologi, antropologi, arkeologi. Dalam artian bahwa bukti-bukti pra-sejarah hanya didapat dari barang-barang dan tulang-tulang di daerah penggalian situs sejarah.

Pengkajian Zaman PraSejarah dan budayanya Arkeologi ialah kajian terhadap Artifak : peninggalan ciptaan manusia (pasu, mangkuk, tembikar, pisau dll), Ekofak : peninggalan sisa makanan, tulang dan tumbuhan, Feature : peninggalan struktur bangunan, lubang sampah yang tak dapat di ubah.


1. Terbagi kepada beberapa tahap atau zaman


A. Zaman Batu : Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini dapat dibagi lagi atas:


a. Zaman batu tua (Paleolitikum) : Zaman batu tua (palaeolitikum), Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. 
Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus yang terdiri.


b. Zaman batu tengah (Mesolitikum): Pada Zaman batu tengah (mesolitikum), alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Tembikar juga sudah dikenal. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. 
Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens (manusia sekarang), yaitu ras Austromelanosoid (mayoritas) dan Mongoloid (minoritas).


c. Zaman batu baru (Neolitikum) : Alat-alat batu buatan manusia Zaman batu baru (Neolitikum) sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Di samping tembikar tenun dan batik juga sudah dikenal. Periode ini disebut masa bercocok tanam. 
Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas).


Ciri-ciri kehidupan zaman Paleolitik dan Mesolitik


a. Hidup secara nomad yaitu berpindah pindah
b. Tinggal di tepi danau, sungai atau gua.
c. Hidup dalam kelompok keluarga secara berkumpulan.
d. Kehidupan dengan berburu, hasil hutan, dan menangkap ikan.
e. Peralatan lebih kepada fungsi penggunaan. Tidak kepada nilai estetika dan seni


Manusia zaman neolitik lebih bertamadun daripada Paleolitik dan mesolitik.


a. Kehidupannya secara kekal dalam kelompok besar dan wujud masyarakat.
b. Kehidupan bercocok tanam spt menanam padi di China.
c. Menternak binatang spt menternak biri-biri di Iraq.
d. Penciptaan alat mempunyai berbagai fungsi.
e. Mencipta tembikar melalui teknik putar spt di Gua Musang.
f. Wujud pengkhususan kerja - banyak masa untuk hasilkan artifak.
g. Memikirkan cara melebur logam.
h. Sistem tukaran barangan kerana mulai ada lebihan makanan.


Masyarakat Neolitik di Timur Dekat


a. Wujud pertanian sejak 8000 SM
b. Penternakan biri-biri di Iraq
c. Di China - padi ditanam sejak 8000 tahun lalu
d. Di Asia Tenggara padi ditanam di Ban Kao di Thailand 3500SM.
e. Di Malaysia padi di Gua Sireh 
Sarawak - 4500SM




B. Zaman Logam : Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkannya. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut acire perdue. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman logam ini dibagi atas:


a. Zaman tembaga : Orang menggunakan tembaga sebagai alat kebudayaan. Alat kebudayaan ini hanya dikenal di beberapa bagian dunia saja. Di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) tidak dikenal istilah zaman tembaga.


b. Zaman perunggu : Pada zaman ini orang sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.


c. Zaman besi : Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500 °C.


Manusia zaman Logam lebih maju daripada Batu.


a. Penggunaan logam besi dan mencipta rumah dan perahu.
b. Menjelajah lautan dan meningkatkan kegiatan perdagangan maritim.
c. Perdagangan bermula di pesisiran pantai dan kemudian lebih jauh ke daratan.
d. Pertempatan besar kepada kota pertahanan.
e. Bandar-bandar besar spt. 
Jericho (8000SM), Catal Hayuk di Turki ( 6500SM).
f. Mengetahui cara mengubur mayat dengan makanan, tembikar dan besi.


Zaman Perunggu dan Zaman Besi.


a. Di Malaysia ada sekitar 500SM
b. Perunggu dihasil - campuran tembaga dan timah.
c. Di Eropah - Perunggu mulai digunakan sekitar 2300SM - 700SM.
d. Di Asia Tenggara - Zaman Logam 1000SM - 1500SM di Dongson, Vietnam.


Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah. Antara zaman neolitikum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalitikum, yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalitikum justru pada zaman logam.
Zaman prasejarah disebut juga zaman praaksara.Zaman prasejarah dapat diartikan sebagai zaman atau masa ketika manusia belum mengenal tulisan atau belum ada temuan peninggalan berupa tulisan pada zaman tersebut di suatu kawasan.atas dasar pengertian di atas,zaman prasejarah juga sering disebut zaman Nirleka(nir=tidak,leka=tulisan),artinya zaman ketika manusia belum atau tidak mengenal tulisan.
Setiap bangsa tidak sama dalam meninggalkan zaman pra aksaranya.Masuknya suatu bangsa kedalam zaman sejarah bergantung dari adanya penemuan tertulis pertama.Hal ini dapat dilihat dari angka tahun pada catatan tertulis tersebut.Mesir memulai masa sejarahnya kira-kira tahun 4.000SM.Mesopotamia pada pertengahan tahun 3.000SM memasuki zaman sejarah,sedangkan India sekitar tahun 2.500SM.
Indonesia memasuki zaman sejarah kira-kira pada awal abad ke-5.Catatan angka tahun tertua diketahui dari batu-batu tertulis yang terdapat di sekitar aliran sungai Mahakam di Kalimantan timur.Berita tertulis yang mengawali sejarah Indonesia tentang kerajaan kutai dan para penguasanya.
Untuk menyelidiki kehidupan manusia pada masa pra aksara sangat sulit.Para ahli hanya dapat menafsirkan kehidupan manusia berdasarkan benda-benda yang ditemukan.Para ahli hanya mampu memberi penjelasan yang sifatnya perkiraan,baik berdasarkan geologi maupun alat-alat kehidupan manusia di masa lampau(artefak).
Pembabakan zaman prasejarah berdasarkan geologi,yaitu:1) azoikum, berumur sekitar 2.500 juta tahun.Pada masa itu kulit bumi masih panas sekali dan masih dalam proses pembentukan dan belum ada tanda-tanda kehidupan,2) palaeozoikum, berlangsung sekitar 340 juta tahun.zaman ini disebut juga zaman primr,3) Mezosoikum, zaman mezosoikum berlangsung sekitar 140 juta tahun.zaman ini juga disebut zaman sekunder(zaman kedua), 4) Neozoikum, berlangsung sekitar 60 juta tahun.Zaman ini terbagi dua,yaitu a) zaman   Tersier(zaman ketiga),b) zaman kuerter(zaman keempat).
Zaman kuerter ini merupakan zaman yang terpenting karena kehidupan manusia mulai ada.Zaman ini dibagi menjadi:a) Kala Pleistosen(diluvium/Zaman Es/Glasial).Pada zaman ini dari kutub utara mancair hingga menutupi sebagian eropa Utara,Asia Utara,dan amerika Utara.Pada zaman ini muncul manusia purba yang disebut Homo erectus.di zaman ini juga hidup binatang sejenis Stegodon,Leptodos,hippopotamus dan Gibbonepi Machiorodus.b) Kala Holosen(Aluvium),pada zaman inilah hidup nenek moyang umat manusia yang disebut Homo Sapiens(manusia cerdas)dan homo Recens(manusia bijaksana).
Pembabakan zaman prasejarah berdasarkan corak kehidupan ,yaitu:1) Masa berburu dan meramu,yaitu:a) Masa Berburu dan Maramu tingkat sederhana dan b) Masa Berburu dan meramu tingkat lanjut, 2) Masa bercocok tanam,dan 3) Masa perundagian.

5.2    Jenis-jenis Manusia Purba di Indoneia
Manusia purba adalah manusia yang hidup pada zaman prasejarah.jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia,diproleh dari sumber berupa hasil penggalian fosil dan artefak antara lain (1) Meghanthorpus Palaeo Javanicus(manusia raksasa dari jawa) adalah jenis manusia pyrba yang paling purba(tua).Fosil ini ditemukan pada tahun 1936 dan 1941 di daerah Sangiran(surakarta).Mahluk ini berbadan besar dan diduga lebih banyak memakan jenis tumbuhan.
Kedua, Pithecanthropus,yang termasuk Pithecanthropus yaitu: a) Pithecanthropus Erectus,artinya manusia kera yang barjalan tegak.fosilnya ditemukan di Trinil(tepi Bengawan solo),Ngaw pada tahun 1890 oleh Eugene Dubois, b) Pithecanthropus Robustus,artinya manusia kera yang besar dan kuat tubuhnya.fosilnya ditemukan di lembah Bengawan solo pada tahun 1936 oleh G.H.R.von koenigswald dan F.Weidenreich,dan c) Pithecanthropus Mojokertensis,artinya manusia kera dari mojokerto.fosilnya ditemukan di Perning(mojokerto)pada tahun 1936 oleh 3 orang,yaitu:Duyfjes,G.H.R.Von Konigswald dan Cokro handoyo.
Ketiga, Homo adalah jenis manusia purba yang menunjukan sifat-sifat paling mirip dengan manusia sekarang.Yang termasuk jenis homo yaitu: a) Homo soloensis,artinya manusia purba dari solo.fosilnya banyak ditemukan di sepanjang sungai Bengawan solo(ngandong,Sambung macan dan Sangiran).Ditemukan pada tahun 1931-1934 oleh Ter Haar dan Oppenoorth dan diselidiki oleh G.H.R.Von Konigsweld, b0 Homo Wajakensis ,artinya manusia purba dari wajak.,ulungagung oleh Van Reis Choten(1888 dan Eugene Dubois.Menurut Von Konigswald, Homo soloensis dan homo Wajakensis termasuk jenis homo sapiens(manusia cerdas);b) Homo Australomelanusoid,artinya manusia dari kepulauan Melanesia Selatan.Diperkirakan berumur 18.000-4.500 SM.Fosil jenis manusia ini ditemukan di Kyokkenmodinger(bukit Kerang) di Aceh,Sumatra Utara,dan gua-gua di jawa,misalnya gua sampung(ponorogo0,gua Prajekan(Tuban),gua Peturuh(bondowoso),serta gua-gua di flores, c) Homo mongoloid,fosil jenis manusia ini ditemukan di gua-gua dekat lomoncong dan Sopeng di Sulawesi selatan.Bentuknya mirip dengan rata-rata manusia Indonesia sekarang namun bukti kehadiran jenis manusia ini masih sangat terbatas yaitu berupa gigi yang lepas,dan d0 homo Floresiensis,fosil jenis manusia ini ditemuikan oleh tim  dari Indonesia dan Australia pada tahun 2003 di Liang bua,flores.Hasil temuannya berupa tengkorak,tulang kaki,bagian tulang panggul,dan tangan.temuan ini diperkirakan merupakan kerangka wanita dewasa,tinggi badan sekitar 1 meter,dengan volume otak hanya 417 cc,kemungkinan termasuk homo Erectus Kerdil.Umur diperkirakan 18.000 tahun.Temuan ini diumumkan sebagai sebuah temuan Sepecies manusia baru,namun masih menimbulkan kontroversi.

5.3    Kebudayaan
Kebudayaan(culture) adalah suatu komponen penting dalam kehidupan masyarakat,khususnya struktur social.secara sederhana kebudayaan dapat diartikan sebagai suatu cara hidup. Cara hidup atau pandangan hidup ini meliputi cara berfikir,cara berencana dan cara bertindak,disamping segala hasil karya nyata yang dianggap berguna,benar dan patut dapatuhi oleh anggota-anggota masyarakat atas kesepakatan bersama.
Kebudayaan berasal dari kata Sansekerta Buddhayah ialah bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal.Demikian,kebudayaan itu dapt diartikan hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal dan sebagai keseluruhan gagasan dan karya,yang harus dibiasakan dengan belajar,besrta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu.(Koentjaraningrat,1984 ;45).Sedangkan menurut selo Soemarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil,karya,rasa dan cipta masyarakat.Kebudayaan yang berfungsi mengatur manusia agar dapat memahami bagaimana seharusnya manusia bertngkah laku,berbuat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam masyarakat.
Kebudayaan adalah kmpleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adapt istiadat dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. (E.B.Tylor,1871:175)
5.4    Sistem Peralatan dan Perlengkapan Hidup Manusia Purba
Kehidupan manusia pada masa berburu dan meramu memiliki tahap perkembangan,yaitu dari cara hidup nomaden,semi sedenter sampai hidup menetap.Mereka hidup dalam kelompok-kelompok kecil antara 20-50 orang atau kelompok.Adapun peralatan yang dipergunakan pada masa ini adalah peralatan yang terbuat dari (1).batu,misalnya kapak persegi,kapak perimbas,kapak genggam,gurdi,pisau dan tombak (2).tulang digunakan sebagai alat tusuk,misalnya belati,sudip,mata kail,dan penusuk (3).Tanduk digunakan untuk mengrek umbi dan keladi dari dalam tanah.
Pada masa bercocok tanam masyarakat telah hidup menetap dalam perkampungan perkampungan bersama dan telah mengenal system bercocok tanam.Adapun jenis tanaman yang dibudidayakan seperti keladi,labu air,ubi jalar,dan padi gogo,sukun,pisang,kelapa,durian,nanka,duku dan rambutan.dengan menggunakan paralatan seperti kapak persegi,kapak lonjong,gurdi dan pisau.sedangkan ketika mas perundagian memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menggunakan peralatan seperti kapak corong atau kapak sepatu.

5.5    Sistem Mata Pencaharian Manusia Purba
Masyarakat pada masa berburu dan meramu memiliki mata pencaharian berburu dan meramu.Berburu adalah kegiatan untuk memproleh bahan makanan dengan cara berburu,memasang perangkap,dan menjerat binatang.Meramu adalah kegiatan untuk mendapatkan bahan makanan dengan cara mengumpulkan tumbuh-tumbuhan.sedangkan pada masa bercocok tanam masyarakat telah mengenal perdagangan dengan system barter barang.Barang dagangan mereka antara lain sebagai berikut: a) Ramuan hasil hutan b) Hasil pertanian c) Hasil kerajinan seperti gerabah,beliung,perhiasan,dan perahu,d) garam atau ikan laut.
Dalam bidang peternakan masyarakat bercocok tanam juga mampu menjinakan binatang dan beternak antara lain babi,kerbau,anjing,dan ayam.Selain itu,dikenal juga pelayaran dengan menggunakan sampan yang sederhana menelusuri pantai untuk mencari sumber bahan makanan.Pada masa perundagian mata pencaharian tetap adalah pertanian serta pelayaran.
5.6    Sistem Kemasyarakatan Manusia Purba
Kehidupan masyarakat berburu dan meramu ini sangat sederhana tetapi mereka telah mengenal system pembagian kerja gotong-royong,koordinasi dalam pekerjaan terlihat dari upaya memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu melalui berburu dengan sekelompok orang.
Karena populasi pendidik semakin lama semakin bertambsh,masyarakat bercocok tanam sudah menetap di perkampungan-perkampungan.Ternyata mereka telah mengenal gotong-royong dalam kebersamaan untuk menebang hutan,membakar semak,menabur benih,memetik hasil lading,mendirikan ruman dan menyelenggarakan upacara.Selain tiu,dalam kehidupan masyarakat bercocok tanam sudah terlihat peran pemimpin(primus interpares0 serta sudah terbentuknya organisasi yaitu desa guna mewujudkan suatu masyarakat yang menempati suatu territorial tertentu.Pada masa berikutnya selain mengenal suatu lembaga yang berupa keluarga,desa juga mulai mengenal system kekerabatan Patrilineal yaitu susunan keluarga yang menarik garis keturunan hanya dari pihak ayah atau laki-laki dan system matrilineal yaitu susunan keluarga yang menarik garis keturunan hanya dari pihak ibu atau wanita.
5.7    Sistem Bahasa Masyarakat Purba
Pada masa berburu dan meramu diduga hidup manusia jenis homo erectus dan Homo wajakensis yang sudah mulai mampu menggunakan atau berbicara dan mengingat sesuatu. Bahasa yang digunakan masyarakat prasejarah sampai dengan saat ini belum di ketahui secara pasti.Pada masa hidup bangsa australomelanesid tidak diketahui bahasa apa yang mereka pergunakan untuk berkomunikasi.para ahli menduga bahasa mereka serumpun atau mewarisi bahasa naisadha yang dipakai oleh bangsa proto australoid yang pernah tinggal di India yanhg merupakan pendahulu bangsa australomelanesid yang tinggal di kepulauan nusantara.Jadi secara umum bahasa yang digunakan oleh masyarakat prasejarah adalah bahasa melayu austronesia(belum mengenak bahasa tulis).

5.8    Sistem Kesenian Masyarakat Purba
Pada masa berburu dan meramu manusia telah mengenal seni lukis yang dituangkan pada dinding gua.Beberapa bukti lukisan dinding diantara lain terdapat di,a) Gua patte di Sulsel terdapat lukisan cap tangan dan babi rusa.b) gua leang-leangdi Sulsel terdapat gambar berwarna babi hutan sedang berlari dan lukisan cap tangan.c) Gua jarie dan gua burung terdapat lukisan cap tangan.d)Dinding gua Seram,papua Barat dan di pulau Muna terdapat lukisan perahu dan manusia bertopeng.selanjutnya pada masa bercocok tanam masyarakat sudah terampil(membuat gerabah,anyaman,pakaian dan perahu).
Bahan untuk anyaman dibuat dari bambu,rumput,dan rotan dengan teknik anyaman dan pola geometrik. Selain itu,masyarakat ini sudah mengenal pakaian yang dibuat dengan menggunakan tenunan serat kulit kayu. Lain halnya pada masa perundagian masyarakat telah mengenal permainan wayang, pembuatan gamelan, teknik membatik serta bentuk gerabah yang dibuat dengan teknik yang lebih maju dibandingkan dengan gerabah zaman bercocok tanam. Pengerjaannya lebih halus, lebih tipis karena selain menggunakan tatah mereka juga menggunakan pelarian ( roda berputar )